Kedalaman Skuad La Roja Membayar Dividen Sekali Lagi
Perjalanan Spanyol di Piala Dunia 2026 tetap berjalan lancar saat mereka mengalahkan Portugal 1-0 di pertandingan babak 16 besar, karena La Roja kini telah memenangkan empat pertandingan terakhir mereka dan akan menghadapi Belgia dalam pertandingan perempat final yang menegangkan.
Tim Spanyol Piala Dunia 2026 adalah salah satu yang terkuat di turnamen tersebut, dan gol tambahan Mikel Merino di laga Spanyol vs Portugal menggarisbawahi kedalaman skuad mereka yang luar biasa.
Kampanye Piala Dunia Spanyol 2026: Kedalaman Skuad La Roja yang Fantastis
Perjalanan Spanyol di Piala Dunia 2026 berada dalam keadaan imbang melawan Portugal karena pertandingan terancam dilanjutkan ke perpanjangan waktu. Namun, pemain pengganti Ferran Torres dan Miel Merino bekerja sama dengan baik, yang terakhir mencetak gol penentu kemenangan.
Sebelumnya, Spanyol telah melepas pemain seperti Alex Baena, Dani Olmo dan Pedri, dengan Olmo tampil bagus dan kurang beruntung karena tidak mencatatkan setidaknya satu assist, karena Ferran Torres, Fabian Ruiz dan Merino masuk menggantikan pemain di atas.
Pedri bermain untuk Spanyol dalam peran yang lebih dalam dibandingkan di Barcelona, yang mengurangi kemampuannya untuk berkombinasi di lini atas.
Baik Pedri maupun Lamine Yamal mendapatkan keuntungan karena Barca sering bermain di lini depan, karena ini berarti umpan silang Pedri lebih sering diterima di dalam kotak penalti lawan.
Dalam laga Spanyol vs Portugal, sering kali umpan silang dari sisi kanan baik yang dilakukan Yamal maupun Pedro Porro tidak berhasil ditangkap oleh pemain mana pun di dalam kotak penalti.
Selain itu, Alex Baena juga tidak berbuat banyak di sayap kiri selain melepaskan tembakan yang berhasil diselamatkan dengan baik oleh Diego Costa di gawang Portugal.
Masuknya Ferran Torres membuat Spanyol lebih banyak masuk ke kotak penalti Portugal melalui lini tengah, berkat larinya yang fantastis.
Lalu, ada Merino, pemain serba bisa Spanyol, yang memainkan umpan satu-dua yang indah dengan Torres untuk masuk ke kotak penalti dan kemudian melepaskan bola melewati Costa.
Itu adalah gol ke-11 Merino dalam 48 pertandingan untuk Spanyol, dan itu merupakan pukulan telak bagi Portugal dan penampilan terakhir Cristiano Ronaldo di Piala Dunia.
ANDA MUNGKIN JUGA SUKA: Piala Dunia Norwegia 2026: Kebangkitan Menakjubkan Bangsa Viking dan Impian yang Tak Mau Pudar
Piala Dunia Spanyol 2026: Laga Perempat Final Melawan Belgia Menanti
Di babak perempat final, Spanyol akan menghadapi Belgia yang mengalahkan Amerika Serikat 4-1 di babak 16 besar. Harapan Spanyol di Piala Dunia 2026 akan diuji berat melawan Kevin de Bruyne dan kawan-kawan yang tampaknya akan mencapai puncaknya di waktu yang tepat.
Namun, kedalaman skuad Spanyol yang tidak perlu dipertanyakan lagi akan terus memberi banyak harapan kepada Luis de la Fuente. Tim Spanyol belum kebobolan satu gol pun di turnamen tersebut, dan pertahanan mereka terlihat kokoh di hadapan Aymeric Laporte dan Pau Cubarsi.
Karena Spanyol tetap menjadi satu-satunya tim yang belum kebobolan, Belgia akan menghadapi tugas berat. De Bruyne, Jeremy Doku dan Romelu Lukaku, bagaimanapun, mungkin bisa menjadi ancaman serius bagi pertahanan Spanyol.
Saat ini, sang Juara Eropa mungkin tetap menjadi favorit kedua untuk memenangkan gelar di belakang tim Prancis yang brilian. Semifinal Prancis vs Spanyol tidak bisa dikesampingkan saat ini, yang akan menjadi pertandingan menarik jika terjadi.
Spanyol mempunyai peluang yang sangat besar untuk meraih gelar Piala Dunia keduanya, dan penampilan mereka sejauh ini cukup layak untuk menjadi juara.
Piala Dunia 2026
Kalau biasanya Piala Dunia itu sudah terasa besar, edisi 2026 bakal terasa seperti “festival sepak bola global” versi maksimal. Untuk pertama kalinya, turnamen ini digelar bareng oleh tiga negara sekaligus—Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko—yang artinya vibes-nya bakal campur aduk antara budaya, stadion, dan gaya dukungan fans yang beda-beda. Bukan cuma soal lokasi, formatnya juga naik level: dari 32 jadi 48 tim. Kebayang nggak, lebih banyak negara ikut, lebih banyak cerita underdog, dan peluang kejutan makin gede. Bisa jadi tim-tim yang biasanya cuma numpang lewat, kali ini malah bikin sejarah. Di sisi lain, jadwal yang makin panjang bikin turnamen ini terasa seperti maraton emosi—dari fase grup yang padat sampai knockout yang makin brutal. Dan karena ini Piala Dunia FIFA 2026, ekspektasinya jelas: gol dramatis, momen ikonik, dan pemain-pemain muda yang tiba-tiba jadi bintang dunia dalam semalam. Intinya, 2026 bukan cuma tentang siapa yang angkat trofi, tapi tentang pengalaman global yang lebih luas—lebih ramai, lebih chaotic, tapi justru itu yang bikin seru.