Club América Fires André Jardine, Libertadores dan Sudamericana Knockout Terungkap
4 mins read

Club América Fires André Jardine, Libertadores dan Sudamericana Knockout Terungkap

Setelah serangkaian eliminasi turnamen, klub paling berprestasi di Meksiko, Club América, berpisah dengan manajer Brasil Andre Jardine dan mereka sudah memiliki penggantinya.

Club America Memecat Andre Jardine

Andre Jardine tiba di Club América pada tahun 2023 setelah sebelumnya menangani tim muda Brasil dan Atletico San Luis di Liga MX. Dia segera memberikan pengaruh bagi Las Aguilas, membantu mereka mengangkat trofi di musim pertamanya, kemenangan atas Tigres. Itu diikuti dengan gelar berturut-turut, dengan Amerika mengalahkan Cruz Azul pada musim panas 2024. Pada saat itu, para pendukung mulai memimpikan gelar ketiga yang bersejarah, dan mereka berhasil mewujudkannya dengan mengalahkan Monterrey Rayados.

Meskipun ada beberapa pergantian dalam skuad, hasil tetap kuat, dengan Amerika mencapai final Liga MX ke-4 berturut-turut, namun jatuh ke dinasti baru yaitu Toluca asuhan Turco Mohamed, pemenang Piala Champions CONCACAF baru-baru ini.

Rekor Club America di kancah internasional dan regional pun tak sekuat itu, mereka disingkirkan Pachuca di Piala Champions 2024, Cruz Azul pada 2025, dan Nashville SC tahun ini. Mengingat peluang mengejutkan untuk lolos ke Piala Dunia Antarklub FIFA 2025, mereka bermain imbang dalam pertandingan eliminasi tunggal dengan tim MLS LAFC dan kalah di California, yang merupakan pukulan finansial besar dan kejutan bagi klub. Demikian pula, mereka tidak mampu memenangkan edisi Piala Liga mana pun.

Cedera adalah faktor penting dalam hasil buruk di musim terakhir, pemain kunci seperti striker veteran Henry Martin cedera atau langsung mengalami kemunduran, kiper awal Meksiko Luis Angel Malagon juga cedera dan opsi pengganti tidak cukup untuk bersaing di Liga MX. Klub tertatih-tatih ke babak playoff karena kurangnya mencetak gol, dan setelah finis di peringkat ke-8, mereka dikalahkan oleh juara akhirnya Cruz Azul di babak playoff.

Terlepas dari hasil terkini, keseluruhan pekerjaan Jardine akan menjadikannya seorang manajer yang sangat dicari oleh klub-klub di seluruh dunia dan dia akan memiliki opsi untuk proyek berikutnya.

Guillermo Almada Akan Mengambil Alih di Club America

Pemain Uruguay Guillermo Almada, yang membangun tim kuat di Pachuca yang relatif kekurangan dana akan menjadi pengganti Jardine di Club America. Almada baru-baru ini menjalani tugas di Spanyol yang kurang berhasil di Valladolid dan Oviedo tetapi dia memiliki resume Liga MX yang terbukti dan sekarang akan memiliki lebih banyak sumber daya untuk membangun kembali Las Aguilas menjadi juara.

Set Babak 16 Besar Copa Libertadores

Pengundian babak gugur Copa Libertadores 2026 dilakukan. Pertarungannya adalah sebagai berikut. Fluminense bertanding melawan tim Argentina Independiente Rivadavia, Estudiantes dari Argentina melawan Universidad Catolica dari Chile. Kolombia dan Ekuador akan berhadapan saat Deportes Tolima menghadapi Independiente Del Valle. Juara Chile Coquimbo Kingdom menghadapi Platense Argentina.

Akan ada pertarungan seluruh Brasil ketika Cruzeiro menghadapi Flamengo yang kaya raya, Palmeiras melawan Cerro Porteno dari Paraguay. Mirassol menghadapi LDU Quito dengan leg kedua di ketinggian di Quito. Angel Di Maria dan Rosario Central akan menghadapi Memphis Depay dan Corinthians pada leg kedua di Sao Paulo.

Set Babak Knockout Copa Sudamericana

Di kompetisi junior, Copa Sudamericana, Nacional dari Uruguay menghadapi Tigre dari Argentina. Armada Kolombia Vasco Da Gama akan menghadapi pihak Kolombia, Independiente Medellin. Universidad Central dari Venezuela menghadapi Neymar dan Santos. Lanus dari Argentina berperan sebagai Cienciano dari Peru.

Peru memiliki tim kedua dalam kompetisi ini, dengan Sporting Cristal akan menghadapi Red Bull Bragantino. Gremio dari Brasil akan menghadapi Bolivar, Santa Fe dari Kolombia akan menghadapi Caracas FC dari negara tetangga Venezuela. Boca Juniors yang legendaris sedang menuju ke Chile untuk bermain melawan O’Higgins.

Kredit Foto Utama: Gambar Smartframe

Piala Dunia 2026

Kalau biasanya Piala Dunia itu sudah terasa besar, edisi 2026 bakal terasa seperti “festival sepak bola global” versi maksimal. Untuk pertama kalinya, turnamen ini digelar bareng oleh tiga negara sekaligus—Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko—yang artinya vibes-nya bakal campur aduk antara budaya, stadion, dan gaya dukungan fans yang beda-beda. Bukan cuma soal lokasi, formatnya juga naik level: dari 32 jadi 48 tim. Kebayang nggak, lebih banyak negara ikut, lebih banyak cerita underdog, dan peluang kejutan makin gede. Bisa jadi tim-tim yang biasanya cuma numpang lewat, kali ini malah bikin sejarah. Di sisi lain, jadwal yang makin panjang bikin turnamen ini terasa seperti maraton emosi—dari fase grup yang padat sampai knockout yang makin brutal. Dan karena ini Piala Dunia FIFA 2026, ekspektasinya jelas: gol dramatis, momen ikonik, dan pemain-pemain muda yang tiba-tiba jadi bintang dunia dalam semalam. Intinya, 2026 bukan cuma tentang siapa yang angkat trofi, tapi tentang pengalaman global yang lebih luas—lebih ramai, lebih chaotic, tapi justru itu yang bikin seru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *