Pep Guardiola Akan Meninggalkan Man City? Enzo Maresca Muncul sebagai Pesaing Utama untuk Peran Etihad pada 2026/27
4 mins read

Pep Guardiola Akan Meninggalkan Man City? Enzo Maresca Muncul sebagai Pesaing Utama untuk Peran Etihad pada 2026/27

Kemungkinan Guardiola meninggalkan Man City mulai mendapat perhatian serius karena laporan menunjukkan bahwa Pep Guardiola mungkin akan meninggalkan Manchester City di akhir musim, mengakhiri salah satu masa manajerial tersukses yang pernah ada di sepak bola Inggris.

Meskipun Guardiola masih memiliki sisa waktu di kontraknya, spekulasi semakin meningkat mengenai perubahan besar di Stadion Etihad, dengan sang manajer diduga telah memberi tahu para pemainnya bahwa ia akan pergi pada akhir musim. Meski belum ada konfirmasi resmi dari Manchester City, diskusi seputar kepergian Guardiola dari Man City terus berkembang.

Jika laporan tersebut terbukti akurat, pendukung City mungkin akan segera mengucapkan selamat tinggal kepada manajer yang mengubah klub menjadi kekuatan dominan di sepak bola Inggris dan Eropa.

Guardiola Akan Meninggalkan Man City: Akhir Era Bersejarah?

Begitu spekulasi mengenai masa depan Guardiola muncul, perhatian tentu saja beralih ke kemungkinan penggantinya.

Salah satu nama yang sering muncul adalah Enzo Maresca.

Mantan asisten Manchester City ini bekerja erat di bawah Guardiola dan mengetahui struktur klub dengan baik. Laporan menunjukkan Maresca ke Man City menjadi kemungkinan besar jika Guardiola memutuskan waktunya di Etihad telah berakhir.

Ide Maresca ke Man City mungkin masuk akal karena beberapa alasan. Maresca memahami filosofi sepak bola Guardiola dan sudah memiliki hubungan yang kuat di dalam klub.

City mungkin lebih memilih kesinambungan daripada membangun kembali taktik secara total, dan menunjuk seseorang yang sudah familiar dengan metode Guardiola bisa memberikan hal tersebut.

Dan, setelah menghabiskan waktu mengembangkan karier manajerialnya, ia semakin membangun reputasi sebagai pelatih yang mampu memimpin di level tertinggi.

Setelah memenangkan Kejuaraan EFL bersama Leicester pada 2023/24, ia bergabung dengan Chelsea. Di sana, ia membawa klub tersebut naik ke posisi keempat di tabel Liga Premier, memenangkan Liga Konferensi UEFA dan Piala Dunia Antarklub FIFA pada tahun 2025, dan membawa identitas baru ke klub London untuk pertama kalinya di bawah BlueCo.

ANDA MUNGKIN JUGA SUKA: Xabi Alonso Ditunjuk Sebagai Manajer Baru Chelsea: Era Baru Di Bawah BlueCo dan Todd Boehly?

Pelatih Sport Bilder des Tages Xabier Xabi ALONSO (LEV) Fussball DFL Supercup, Bayer 04 Leverkusen (LEV) – VfB Stuttgart (S), pagi 17.08.2024 di Leverkusen Deutschland. Peraturan DFL melarang penggunaan foto sebagai rangkaian gambar dan atau kuasi-video  *** Pelatih Xabier Xabi ALONSO LEV Football DFL Supercup, Bayer 04 Leverkusen LEV VfB Stuttgart S , pada 17 08 2024 di Leverkusen Jerman Peraturan DFL melarang penggunaan foto sebagai rangkaian gambar dan atau kuasi video Â

Keputusan Besar ke Depan untuk Manchester City

Untuk saat ini, Manchester City tetap fokus untuk menyelesaikan musim dengan baik. Namun, pertanyaan seputar kepergian Guardiola dari Man City sepertinya tidak akan hilang dalam waktu dekat.

Jika Guardiola benar-benar pergi, kepergiannya akan menjadi akhir dari babak yang luar biasa. Manajer datang dengan ekspektasi besar dan entah bagaimana melampaui semuanya.

Hal ini akan membuat manajer mana pun, baik itu Maresca atau orang lain, memiliki tugas besar yang harus diisi, seiring Man City mengantarkan era baru.

Foto Utama

Kredit: GAMBAR / Aksi Ditambah

Tanggal Perekaman: 25.01.2025

Piala Dunia 2026

Kalau biasanya Piala Dunia itu sudah terasa besar, edisi 2026 bakal terasa seperti “festival sepak bola global” versi maksimal. Untuk pertama kalinya, turnamen ini digelar bareng oleh tiga negara sekaligus—Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko—yang artinya vibes-nya bakal campur aduk antara budaya, stadion, dan gaya dukungan fans yang beda-beda. Bukan cuma soal lokasi, formatnya juga naik level: dari 32 jadi 48 tim. Kebayang nggak, lebih banyak negara ikut, lebih banyak cerita underdog, dan peluang kejutan makin gede. Bisa jadi tim-tim yang biasanya cuma numpang lewat, kali ini malah bikin sejarah. Di sisi lain, jadwal yang makin panjang bikin turnamen ini terasa seperti maraton emosi—dari fase grup yang padat sampai knockout yang makin brutal. Dan karena ini Piala Dunia FIFA 2026, ekspektasinya jelas: gol dramatis, momen ikonik, dan pemain-pemain muda yang tiba-tiba jadi bintang dunia dalam semalam. Intinya, 2026 bukan cuma tentang siapa yang angkat trofi, tapi tentang pengalaman global yang lebih luas—lebih ramai, lebih chaotic, tapi justru itu yang bikin seru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *