MANCHESTER UNITED DOMINASI CHELSEA DI KANDANG – Liputan Liga Premier – Pertandingan, Berita Transfer, dan Banyak Lagi!
CHELSEA AKAN MENGHANCURKANNYA!! Tempatkan diri Anda pada posisi Antonio Conte. Anda melaju di puncak liga, unggul banyak poin dari semua tim yang tertinggal, memenangkan banyak pertandingan. Tapi tiba-tiba BAM: 2 kekalahan dalam 4 pertandingan. Terakhir kali Chelsea kalah 2 pertandingan dalam 4 pertandingan terjadi pada bulan September ketika mereka kalah berturut-turut melawan Liverpool dan Arsenal. Susunan pemain awal Manchester United bahkan tidak terlalu kuat. Dengan Ashley Young memimpin tim dan tidak ada Ibrahimovic, Mkhitaryan, atau Martial, United masih berhasil menangkis pemuncak klasemen liga. Gol pertama datang dari umpan luar biasa dari Ander Herrera yang diterima oleh Marcus Rashford sebelum mencetak gol, mencetak gol dalam pertandingan PL berturut-turut untuk pertama kalinya sejak September 2016. Ini adalah gol PL paling awal yang kebobolan Chelsea sejak Desember 2013 ketika Skrtel mencetak gol untuk Liverpool dalam 3 menit dan menjadi pembeda antara kedua tim saat jeda. Chelsea hanya berhasil melakukan satu tembakan di babak pertama, total terendah mereka di babak pertama PL musim ini. Setelah jeda, Chelsea tampak seolah-olah akan bangkit, namun Herrera memikirkan hal lain. Pada menit ke-49, tembakannya dibelokkan ke gawang setelah kerja keras Ashley Young, gol PL pertamanya sejak Februari 2016. Herrera mencetak gol dan memberikan assist di pertandingan PL yang sama untuk pertama kalinya sejak Oktober 2015. Manchester United sangat klinis dalam pertandingan ini, mencetak gol dengan kedua tembakan tepat sasaran. United berhasil menahan Chelsea sepanjang pertandingan, menyebabkan Chelsea gagal melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran di pertandingan PL, pertama kalinya sejak September 2007 (melawan Manchester United lagi). Mourinho kini telah mencatat setidaknya 1 kemenangan liga melawan 34 klub PL yang ia hadapi sebagai manajer saat Manchester United naik ke posisi ke-5.
Piala Dunia 2026
Kalau biasanya Piala Dunia itu sudah terasa besar, edisi 2026 bakal terasa seperti “festival sepak bola global” versi maksimal. Untuk pertama kalinya, turnamen ini digelar bareng oleh tiga negara sekaligus—Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko—yang artinya vibes-nya bakal campur aduk antara budaya, stadion, dan gaya dukungan fans yang beda-beda. Bukan cuma soal lokasi, formatnya juga naik level: dari 32 jadi 48 tim. Kebayang nggak, lebih banyak negara ikut, lebih banyak cerita underdog, dan peluang kejutan makin gede. Bisa jadi tim-tim yang biasanya cuma numpang lewat, kali ini malah bikin sejarah. Di sisi lain, jadwal yang makin panjang bikin turnamen ini terasa seperti maraton emosi—dari fase grup yang padat sampai knockout yang makin brutal. Dan karena ini Piala Dunia FIFA 2026, ekspektasinya jelas: gol dramatis, momen ikonik, dan pemain-pemain muda yang tiba-tiba jadi bintang dunia dalam semalam. Intinya, 2026 bukan cuma tentang siapa yang angkat trofi, tapi tentang pengalaman global yang lebih luas—lebih ramai, lebih chaotic, tapi justru itu yang bikin seru.